Klasemen Sementara Geo League 2011





Daftar Top Scorer sementara GEO LEAGUE 2011 hingga pekan ketiga :

1. Adi Maulana (Anti - BTT) : 6 Gol
1. Harry Mahardhika (Anti - BTT) : 6 Gol
1. Reagy (Hujan Es) : 6 Gol
4. Abe (Que Sera Sera) : 4 Gol
5. Nala Hutasoit (Que Sera Sera) : 3 Gol
5. Arga Rifki (Keluarga Cemara) : 3 Gol
5. Andri Setiawan Kopi (GNR) : 3 Gol
8. M Bayu Rizky P (Anti - BTT) : 2 Gol
8. Dino Eka P (Keluarga Cemara) : 2 Gol
8. Miqdad (GNR) : 2 Gol
8. Fahmi (KTS) : 2 Gol

Kartu Kuning :
1. Berti (Que Sera Sera) : 1 kartu
2. Arga Rifki (Keluarga Cemara) : 1 kartu
3. Fian Tile (Hujan Es) : 1 kartu

Dengan hattricknya punggawa Hujan Es Reagy Muzqufa di pekan ketiga. Persaingan dalam memperebutkan tahta top skorer di GEO LEAGUE 2011 semakin menarik. Adakah pemain dari tim lain yang akan menyusul ke 3 orang pemuncak daftar top scorer tersebut dengan torehan 6 Golnya ??. Kita tunggu pertarungan selanjutnya !!

GEO LEAGUE 2011 "FIGHTING INSIDE, FRIENDS OUTSIDE"
spacer

Citra Satelit Pra-Pasca Tsunami Jepang

|
Citra Satelit Pra-Pasca Tsunami Jepang
March 14th, 2011  |  Published in Peta Tematik, Tsunami
Peta di atas memiliki resolusi rendah dan mengalami distorsi informasi. Untuk mendapatkan peta dalam ukuran sebenarnya, Anda bisa mendownload peta tersebut di sini, atau klik link download.
Detail:
Jenis Peta : Citra satelit pra-pasca tsunami Jepang
Sumber : Geoeye Imagery dan Digital Globe Imagery
Tanggal Pembuatan : 14 Maret 2011
Format/Ukuran File : PDF/1.446 Kb (A1)
Deskripsi : Citra satelit pra-pasca tsunami wilayah Yuriage, Natori, Jepang

DOWNLOAD
Lihat Interaktif Citra Satelit Pre-Post Tsunami

Sumber: http://geospasial.bnpb.go.id/2011/03/14/citra-satelit-pra-pasca-tsunami-jepang/
spacer

Pencemaran Lingkungan


Pencemaran lingkungan merupakan masalah kita bersama, yang semakin penting untuk diselesaikan, karena menyangkut keselamatan, kesehatan, dan kehidupan kita. Siapapun bisa berperan serta dalam menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, termasuk kita. Dimulai dari lingkungan yang terkecil, diri kita sendiri, sampai ke lingkungan yang lebih luas.

Permasalahan pencemaran lingkungan yang harus segera kita atasi bersama diantaranya pencemaran air tanah dan sungai, pencemaran udara perkotaan, kontaminasi tanah oleh sampah, hujan asam, perubahan iklim global, penipisan lapisan ozon, kontaminasi zat radioaktif, dan sebagainya.

Untuk menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, tentunya kita harus mengetahui sumber pencemar, bagaimana proses pencemaran itu terjadi, dan bagaimana langkah penyelesaian pencemaran lingkungan itu sendiri.

�@

Sumber Pencemar

Pencemar datang dari berbagai sumber dan memasuki udara, air dan tanah dengan berbagai cara. Pencemar udara terutama datang dari kendaraan bermotor, industi, dan pembakaran sampah. Pencemar udara dapat pula berasal dari aktivitas gunung berapi.

Pencemaran sungai dan air tanah terutama dari kegiatan domestik, industri, dan pertanian. Limbah cair domestik terutama berupa BOD, COD, dan zat organik. Limbah cair industri menghasilkan BOD, COD, zat organik, dan berbagai pencemar beracun. Limbah cair dari kegiatan pertanian terutama berupa nitrat dan fosfat.



Proses Pencemaran

Proses pencemaran dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung yaitu bahan pencemar tersebut langsung berdampak meracuni sehingga mengganggu kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan atau mengganggu keseimbangan ekologis baik air, udara maupun tanah. Proses tidak langsung, yaitu beberapa zat kimia bereaksi di udara, air maupun tanah, sehingga menyebabkan pencemaran.

Pencemar ada yang langsung terasa dampaknya, misalnya berupa gangguan kesehatan langsung (penyakit akut), atau akan dirasakan setelah jangka waktu tertentu (penyakit kronis). Sebenarnya alam memiliki kemampuan sendiri untuk mengatasi pencemaran (self recovery), namun alam memiliki keterbatasan. Setelah batas itu terlampaui, maka pencemar akan berada di alam secara tetap atau terakumulasi dan kemudian berdampak pada manusia, material, hewan, tumbuhan dan ekosistem.

Langkah Penyelesaian

Penyelesaian masalah pencemaran terdiri dari langkah pencegahan dan pengendalian. Langkah pencegahan pada prinsipnya mengurangi pencemar dari sumbernya untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih berat. Di lingkungan yang terdekat, misalnya dengan mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan, menggunakan kembali (reuse) dan daur ulang (recycle).

Di bidang industri misalnya dengan mengurangi jumlah air yang dipakai, mengurangi jumlah limbah, dan mengurangi keberadaan zat kimia PBT (Persistent, Bioaccumulative, and Toxic), dan berangsur-angsur menggantinya dengan Green Chemistry. Green chemistry merupakan segala produk dan proses kimia yang mengurangi atau menghilangkan zat berbahaya.

Tindakan pencegahan dapat pula dilakukan dengan mengganti alat-alat rumah tangga, atau bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Pencegahan dapat pula dilakukan dengan kegiatan konservasi, penggunaan energi alternatif, penggunaan alat transportasi alternatif, dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Langkah pengendalian sangat penting untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Pengendalian dapat berupa pembuatan standar baku mutu lingkungan, monitoring lingkungan dan penggunaan teknologi untuk mengatasi masalah lingkungan. Untuk permasalahan global seperti perubahan iklim, penipisan lapisan ozon, dan pemanasan global diperlukan kerjasama semua pihak antara satu negara dengan negara lain.

http://earth2.eco.tut.ac.jp/pub/member/asep/plo/

spacer

Kebakaran Hutan

Indoneisa terbakar lagi. Asap dari api yang dinyalakan untuk membuka lahan di Kalimantan Selatan (Borneo) dan Sumatera menyebabkan tingkat polusi di Singapura, Kuala Lumpur, dan Bangkok meningkat, menyebabkan munculnya masalah kesehatan yang berkaitan dengan asap, kecelakaan lalu lintas, dan biaya ekonomi yang menyertainya. Negara-negara tetangga pun kembali menuntut adanya tindakan namun pada akhirnya tetap saja kebakaran akan berlangsung hingga datangnya musim hujan.

Kebakaran ini - dan asap yang mencekik - telah menjadi peristiwa tahunan di Indonesia. Beberapa tahun lebih buruk dari tahun-tahun yang lain - terutama saat kondisi el Nino yang kering mengubah hutan kawasan ini menjadi sangat mudah terbakar - tapi keseluruhan trend ini tidaklah baik. Kenapa bencana kebakaran ini terus saja terjadi?

Kesalahan seharusnya ditimpakan pertama kali pada pemerintah Indonesia atas kegagalan sistematis untuk menggalakkan hukum yang didesain untuk mengurangi tingkat penggundulan hutan yang mengejutkan di negara ini. Sejak 1990, angka-angka resmi telah menunjukkan bahwa Indonesia telah kehilangan seperempat dari keseluruhan luas hutannya. Berkurangnya hutan-hutan primer itu menjadi lebih buruk: hampir 31 persen dari hutan tua kepulauan ini telah jatuh ke tangan penambang dan pengembang lahan pada periode yang sama. Bahkan, tingkat penggundulan hutan ini tidak melambat. Berkurangnya hutan dalam satu tahun telah meningkat hingga 19 persen sejak akhir 1990an, sementara setiap tahunnya berkurangnya hutan primer telah meluas hingga 26 persen. Statistik ini seharusnya menjadi sesuatu yang memalukan bagi Indonesia dan bukti ketidakmampuan pemerintah mengatasi berkurangnya hutan dan ketidakmampuan dalam menanggulangi kroni dan korupsi.


Berkurangnya hutan di Indonesia


NASA.

Penyebab langsung berkurangnya hutan di Indonesia tidaklah kompleks. Kebanyakan penggundulan hutan adalah akibat dari penebangan hutan dan pengubahan hutan menjadi pertanian. Saat ini Indonesia menjadi eksportir kayu tropis terbesar di dunia - suatu komoditas yang menghasilkan hingga 5 milyar USD tiap tahunnya - dan produsen minyak kelapa terbesar kedua, salah satu dari minyak sayur paling produktif di dunia, digunakan di apa pun mulai dari biskuit hingga biofuel.

Penebangan kayu secara legal berdampak pada 700.000-850.000 hektar hutan setiap tahunnya di Indonesia, namun penebangan hutan ilegal yang telah menyebar meningkatkan secara drastis keseluruhan daerah yang ditebang hingga 1,2-1,4 juta hektar, dan mungkin lebih tinggi - di tahun 2004, Menteri Lingkungan Hidup Nabiel Makarim mengatakan bahwa 75 persen dari penebangan hutan di Indonesia ilegal. Meskipun ada larangan resmi untuk mengekspor kayu dari Indonesia, kayu tersebut biasanya diselundupkan ke Malaysia, Singapura, dan negara-negara Asia lain. Dari beberapa perkiraan, Indonesia kehilangan pemasukan sekitar 1 milyar dollar pertahun dari pajak akibat perdagangan gelap ini. Penambangan ilegal ini juga merugikan bisnis kayu yang resmi dengan mengurangi suplai kayu yang bisa diproses, serta menurunkan harga internasional untuk kayu dan produk kayu.

Penebangan hutan di Indonesia telah membuka beberapa daerah yang paling terpencil, dan terlarang, di dunia pada pembangunan. Setelah berhasil menebangi banyak hutan di daerah yang tidak terlalu terpencil, perusahaan-perusahaan kayu ini lantas memperluas praktek mereka ke pulau Kalimantan dan Irian Jaya, dimana beberapa tahun terakhir ini banyak petak-petak hutan telah dihabisi. Sebagai contoh, lebih dari 20 persen ijin penebangan di Indonesia berada di Papua, naik dari 7 persen di tahun 1990an.

Selain penebangan, pengubahan hutan untuk pertanian ukuran besar, terutama perkebunan kelapa sawit, telah menjadi kontributor penting bagi berkurangnya hutan di Indonesia. Kawasan kelapa sawit meluas dari 600.000 hektar di tahun 1985 menjadi lebih dari 5,3 juta hektar di tahun 2004. Pemerintah berharap kondisi ini akan berlipat ganda dalam waktu satu dekade dan, melalui program transmigrasi, telah mendorong para petani untuk mengubah lahan hutan liar menjadi perkebunan. Karena cara termurah dan tercepat untuk membuka lahan perkebunan adalah dengan membakar, upaya ini justru memperburuk kondisi: setiap tahun ratusan dari ribuan hektar are berubah menjadi asap saat pengembang dan agrikulturalis membakar kawasan pedalaman sebelum musim hujan datang di bulan Oktober atau November.

Kegagalan pemerintah



Walau Indonesia memiliki hukum untuk melindungi hutan dan membatasi pembakaran pertanian, mereka diterapkan dengan sangat buruk. Manajemen hutan di Indonesia telah lama dijangkiti oleh korupsi. Petugas pemerintahan yang dibayar rendah dikombinasikan dengan lazimnya usahawan tanpa reputasi baik dan politisi licik, ini berarti larangan penebangan hutan liar yang tak dijalankan, penjualan spesies terancam yang terlupakan, peraturan lingkungan hidup yang tak dipedulikan, taman nasional yang dijadikan lahan penebangan pohon, serta denda dan hukuman penjara yang tak pernah ditimpakan. Korupsi, dikombinasikan dengan kroniism yang muncul pada masa mantan Presiden Jendral Soeharto (Suharto), telah beberapa kali merusak upaya mengendalikan kebakaran hutan: 1997, negara ini tak dapat menggunakan dana spesial reboisasi non-bujeter mereka untuk melawan kebakaran karena dana tersebut telah dialokasikan untuk proyek mobil yang gagal milik anak diktator tersebut. Saat ini pemerintah masih menolak untuk menghukum mereka yang melanggar hukum yang melarang menggunakan api untuk membuka lahan.

Ini waktunya bagi pemerintah Indonesia untuk mulai serius menangani penggundulan hutan dan kebakaran yang kerap terulang. Komitmen politis adalah kuncinya - tanpanya, sumbangan-sumbangan uang dalam jumlah besar akan terus dihamburkan tanpa menghentikan penebangan hutan ilegal dan berkurangnya hutan.


Pemerintah sebaiknya meratifikasi Perjanjian ASEAN mengenai Polusi Asap Antar Negara, konvensi yang ditandatangani pada tahun 2002 menindaklanjuti kebakaran hutan tahun 1997-1998. PErjanjuan ini membutuhkan kerjasama multinasional untuk melawan kebakaran di kawasan tersebut. Meratifikasi perjanjian itu akan menjadi sinyal awal komitmen politis terhadap permasalahan yang ada, namun pemerintah kemudian harus melanjutkannya dengan implementasi dan inisiatif 'good governance', seperti menerapkan larangan pembakaran lahan dengan ketat. Tanpa penerapan ini, hukum tak akan ada gunanya. Indonesia tak akan lagi dapat mengabaikan aktifitas kriminal dengan kepentingan kuat. Sebagai contoh, Indonesia perlu untuk menindaklanjuti permintaan Malaysia untuk menuntut perusahaan-perusahaan Malaysia yang terlibat dalam pembakaran hutan di Kalimantan Selatan dan Sumatera. Perusahaan yang terbukti bertanggungjawab atas pembakaran ilegal, tak peduli dimana mereka berada, akan kehilangan ijin usahanya dan petugas-petugasnya di penjara.

Saat kebakaran berkurang musim dingin ini, Indonesia seharusnya menyelidiki kemungkinan yang ditawarkan oleh pasar karbon yang muncul ini yang dapat memberikan pemasukan bagi negara dengan melindungi hutan dari pengembangan. Inovasi strategis lain - dari sertifikasi agrikultural dan kayu yang komprehensif hingga sponsor oleh pihak swasta untuk konservasi hutan - seharusnya juga tidak dilupakan.

Kegagalan internasional

Meski mudah untuk menyalahkan pemerintah Indonesia atas tak adanya tindakan, masyarakat internasional juga telah gagal. Daripada mengkritik Indonesia atas kekurangannya, pemerintah asing seharusnya menjanjikan keahliannya dan memberikan bantuan dalam jumlah besar. Kebakaran hutan Indonesia mempunyai dampak global dengan menghilangkan keanekaragaman hayati dan menyumbangkan gasgas rumah kaca ke atmosfer (kebakaran tahun 1997 melepaskan sekitar 2,67 milyar ton karbon dioksida). Dalam area tertentu, kebakaran ini meracuni udara dan dikaitkan dengan berkurangnya hujan. Dalam kasus dimana masalah Indonesia adalah masalah dunia, masyarakat global seharusnya meningkatkan kesempatan untuk menujukan bencana kebakaran ini dengan sikap yang pintar dan terkoordinasi dengan baik.


Indonesia: Profil Lingkungan


Menyelamatkan Orangutan di Borneo


Kenapa kelapa sawit menggantikan hutan hujan?


Kebakaran hutan sebagai hasil dari kegagalan pemerintah di Indonesia

Minyak Kelapa Tidak Harus Buruk Bagi Lingkungan


Borneo: Profil Lingkungan


Kredit karbon


Dapatkah konservasi lahan gambut jadi lebih menguntungkan

Apakah industri minyak kelapa menyesatkan masyarakat?


Strategi baru untuk melestarikan hutan tropis




Oleh Rhett A. Butler. Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia oleh Indie (www.trulyjogja.com).

spacer

Lomba Desain Blog HCPSN 2008 TK Propinsi Jabar

TEMA UMUM :
Puspa dan Satwa Indonesia, Mari kenali lebih dekat !

Sub Tema :

1. Puspa & Satwa Jabar yang terancam punah.

2. Kearifan lokal, model hidup ramah lingkungan.

3. Pendidikan Lingkungan Hidup, mencintai puspa dan satwa sejak dini.

4. Ancaman hilangnya puspa dan satwa Jabar akibat perubahan iklim.

5. Penangkaran, sebuah usaha menjaga keanekaragaman hayati.


Target Kegiatan :
Pembentukan Portal Lingkungan Jawa Barat

Target Peserta :

Umum

Ketentuan Umum Lomba :

1. Lomba terbuka untuk umum.

2. Peserta lomba adalah Warga Negara Indonesia (WNI).

3. Peserta bebas menggunakan hosting-hosting blog gratis: Blogger, Multiply, WordPress, dll., atau menggunakan hosting berbayar.

4. Peserta hanya diperkenankan mendaftarkan 1 (satu) blog saja.

5. Peserta bebas berkreasi untuk mengembangkan tema lomba sejauh tidak dimaksudkan untuk menyerang pribadi, mengeksploitasi pornografi atau memicu konflik SARA.

6. Blog yang memuat hal tersebut diatas (poin 5) dengan sangat menyesal akan kami batalkan keikutsertaannya di lomba ini.

7. Entri blog pemenang lomba sepenuhnya menjadi milik panitia dengan lisensi materi : Creative Common Attribution Share ALike. Blog terpilih akan dikelola menjadi portal lingkungan Jawa Barat.

8. Bagi bloger aktif yang berminat untuk berpartisipasi, posting dimuat dalam satu katagori khusus.

Ketentuan khusus lomba :

1. Blog peserta bersifat terbuka (tidak menyaratkan login terlebih dahulu untuk melihat konten).

2. Isi blog dibatasi hanya pada tema umum dan sub tema lomba saja.

3. Blog memuat minimal 5 artikel dengan atau tanpa gambar/foto.

4. Bahasa yang digunakan sebagai pengantar adalah Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda.

5. Setiap blog wajib memasang banner lomba desain blog Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2008 di blog masing-masing. Banner dapat diambil di halaman ini.

6. Peserta yang mendaftar akan mendapatkan nomor id yang wajib dicantumkan di akhir postingan. Nomor id dapat dilihat di blog bicons.

Dasar Penilaian :

1. Orisinalitas karya.

2. Kesesuaian isi dengan tema lomba.

3. Kebenaran informasi.

4. Desain/Layout blog (kemudahan navigasi, pemasangan widget dll).

Juri :

1. Kepala BPLHD Jabar (Dr.Ir.Setiawan Wangsaatmaja, Dipl.SE,M.Eng).

2. Tim IT BPLHD Jabar (Ahmad Efrizal, WebMaster dan Pakar IT BPLHD Jabar).

3. Wartawan (Deni Yudiawan, Wartawan Harian Umum Pikiran Rakyat).

4. Blogger (Ikhlasul amal, Praktisi IT dan Bloger).

Hadiah :

1. Juara 1 : Rp.1.500.000 + Trophy Gubernur + Sertifikat

2. Juara 2 : Rp. 700.000 + Trophy BPLHD + Sertifikat

3. Juara 3 : Rp. 500.000 + Trophy Bicons + Sertifikat

Pengumuman pemenang kompetisi desain blog ini akan dilakukan pada acara pembukaan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2008 Tingkat Jawa Barat pada tanggal 7 November 2008.

Pendaftaran :

Daftarkan segera weblog anda pada formulir yang disediakan:
Atau via email dengan data sebagai berikut:

Nama Lengkap :

Umur :

Pekerjaan :

Alamat Lengkap :

No Telepon yang bisa dihubungi :

URL Blog yang dilombakan :

Dikirim ke bicons2000[at]yahoo.com atau datang langsung ke sekretariat bicons di Jl. Paledang no.21 Cibeureum, Bandung.

Peserta wajib mengisi data diri dengan sebenar-benarnya.

Peserta tidak dipungut biaya apapun (gratis)
Pemasangan Banner
Lomba Desain Blog

Lomba Desain Blog

Contoh Pemasangan Banner pada blog anda dengan copy-paste kode berikut: (WAJIB)

Lomba Desain Blog HCPSN 2008 TK Propinsi Jabar

Time schedule Lomba Desain Blog HCPSN 2008 Tingkat Provinsi Jawa Barat

Pendaftaran:

14 September - 14 Oktober 2008 (pukul 24.00 WIB)

Masa Tayang Blog:

15 - 29 Oktober 2008

Penilaian:

30 Oktober - 5 November 2008

Pengumuman pemenang:

7 November 2008 sekaligus ‘Pembukaan Multi Event Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2008 Tingkat Jawa Barat‘

Sumber:

Bird Conservation Society (BICONS)(A019)


spacer